Ekstra kurikuler : Mengapa ikut olahraga pada jam pelajaran sekolah saja saja tidak cukup ?
Mengikuti kegiatan ekstra kurikuler di sekolah atau di Klub. Haruskah ?
Mengapa anak perlu mengikuti kegiatan ekstra kurikuler / klub di luar sekolah :
1. Pastikan anak senang
Darimana kita mengetahui bahwa anak senang dengan kegiatan yang ditawarkan?
Pengelola kegiatan yang baik akan memberikan kesempatan siswa baru untuk mencoba dan juga memberikan kesempatan orangtua untuk melihat latihannya. Nah manfaatkan waktu ini dengan melihatlah respon dan partisipasi anak sewaktu berkegiatan. Perhatikan juga bagaimana pelatih mengelola kelas. Tidak kalah pentingnya adalah mengetahui apakah kegiatan ini terlalu melelahkan bagi anak anda. Anda tidak ingin hobi anak mengganggu akademisnya bukan?
2. Jika anak kelihatan punya bakat.
Bakat pada anak dapat dirasakan dari motivasinya mengikuti kegiatan ini dari hari ke hari. Untuk mengetahui ini coba tanyakan langsung ke pelatih/gurunya. Atau datanglah saat latih tanding atau pertandingan.
3. Anak perlu kegiatan dan mencobanya semua.
Pada usia muda anak sebaiknya diperkenalkan pada berbagai jenis kegiatan. Tidak jarang kita untuk menemukan bakat atau hobbynya disana.
4. Jika fasilitas dan pengajar yang lebih baik ternyata tidak tersedia disekolah
5. Memperluas kemampuan bersosialisasi – berteman
Sering ditemukan bahwa anak lebih suka berteman dengan kawan-kawannya dari kelompok menari atau musik ketimbang kelompok sekolah. Penelitian membuktikan membangun karakter anak tidak mungkin didapat dari buku. Menjadi anak sopan dan santun hanya bisa dilakukan dalam pergaulan (hidden curriculum).
6. Jika ia tidak mendapat nilai yang baik pada pelajaran olahraga
Struktur pengajaran dalam kegiatan ekstra kurikuler atau di klub biasanya tidak sama dengan pelajaran dalam kelas. Anak yang tidak menyukai pelajaran olahraga sekolah – sering ditemui menyukai basket yang diadakan di klub.
7. Kesempatan santai
Banyak guru kelas setuju bahwa berkegiatan diluar kelas akan membuat siswa santai apalagi setelah masa ulangan dan tugas sekolah yang bertumpuk.
8. Anak dengan kebiasaan buruk
Kebiasaan buruk anak dirumah biasanya adalah main video games, bermalas-malasan atau bahkan hanya "mengosongkan" isi kulkas rumah dan nonton tivi. Tidak adil bagi anak jika kita melarang anak main video games tanpa tahu apa yang bisa ia kerjakan tanpa video gamesnya. Melarang tanpa alasan akan membuat anak semakin senang dengan permainan itu. Jika ini masalahnya, kita harus siap dengan kegiatan penggantinya. Tawarkan padanya misalnya futsal,drama atau musik. Kebiasaan buruk anak akan hilang atau setidaknya berkurang saat ia menemukan kesenangan pada kegiatan barunya.
Berikan juga ruang atau hari bebas bagi anak.
Seorang anak - seperti juga kita - perlu punya waktu untuk santai, untuk dirinya sendiri. Cobalah beri sesekali waktu bagi anak untuk main mainan kesukaannya tanpa tugas atau beban apapun.
Alasan memberi anak kegiatan yang paling buruk adalah memasukkan anak ke klub sepak bola hanya karena kita ingin bersaing dengan anak tetangga yang ikut klub basket. (AT)